Rapim SAPMA Pemuda Pancasila, Ariza Ungkap Kebutuhan 120 Juta Tenaga Kerja Terdidik


Jakarta – Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ariza Patria mengikuti Rapat Pimpinan Nasional dan Rapat Kerja Nasional Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila di Sekretariat Pengurus Pusat SAPMA, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Sabtu (6/11). Dia menekankan pentingnya kaderisasi yang terfokus bagi kepentingan bangsa dan negara.

“Atas nama Pemprov DKI Jakarta, kami sangat senang dan bangga bisa hadir dalam kegiatan ini. Sekaligus saya sampaikan terima kasih atas undangannya. Kami menyambut baik kegiatan yang diikuti kader-kader se-Indonesia ini, yang ditujukan untuk membentuk kader SAPMA Pemuda Pancasila dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional,” ucapnya mengawali sambutan.

“Salah satunya, yang kiranya sangat penting, dan itu sesuai dengan nama organisasi ini: Pemuda Pancasila. Apa itu? Berjuang membina rakyat Indonesia khususnya generasi muda untuk meyakini ideologi Pancasila serta menanamkan semangat dan jiwa proklamasi 17 Agustus 1945 dan UUD 1945, sehingga terwujud Indonesia yang maju dan modern. Kiranya inilah visi SAPMA,” sambungnya.

Dia mengatakan, you are what you believe. Kalau bangsa percaya diri, yakin, optimistis, insya Allah negara akan besar dan maju. Untuk menjadi negara maju, satu hal yang harus diperhatikan, yakni kesiapan dan kekuatan SDM.

“Itu harus benar-benar menjadi perhatian kita, khususnya lewat jalur pendidikan. Apalagi, pada momentum 100 tahun Indonesia merdeka (Tahun 2045), kita dihadapkan pada kebutuhan tenaga kerja terdidik yang diperkirakan sekitar 120 juta. Ini PR yang tidak kecil,” ungkapnya. 

Ariza menyampaikan, segenap peserta rapat itu adalah calon-calon pemimpin masa depan, 24 tahun lagi adalah 100 tahun Indonesia merdeka; dan 24 tahun lagi mereka yang akan berbicara di depan dan memimpin perahu kebangsaan bernama NKRI.

“Izinkan saya menyampaikan lima hal penting, pesan kepada seluruh pengurus dan anggota SAPMA. Pertama, sebagai generasi pemegang estafet kepemimpinan masa depan, SAPMA harus fokus dengan visi-misi, menyelesaikan masalah dan memahami ke-Indonesiaan dengan baik,” katanya.

Kedua, SAPMA Pemuda Pancasila harus memegang peran strategis dalam setiap proses pembangunan bangsa, yaitu dengan menjadi fasilitator, dinamisator dan katalisator, serta motor penggerak partisipasi masyarakat.

Ketiga, seluruh pengurus dan anggota SAPMA harus terus menjaga integritasnya sebagai pemimpin yang jujur, tegas, berani, dan membasmi korupsi, serta kriteria yang terkait dengan nilai-nilai dasar bangsa.

Keempat, seluruh pengurus dan anggota SAPMA harus mampu menjadi agile learner (pembelajar yang ulet/tangguh) di tengah kondisi apapun yang menerpa bangsa, menjadi organisasi yang terbuka, inovatif, kreatif, dan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Kelima,  khususnya di masa pandemi, seluruh kader SAPMA Pemuda Pancasila harus hadir dan meningkatkan kepedulian antar sesama. Jangan hanya besar di menara gading. Mereka harus turun ke bawah, rasakan denyut kehidupan masyarakat. 

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Umum SAPMA Pemuda Pancasila, Aulia Arief dan para tokoh SAPMA Pemuda Pancasila serta narasumber. (arizapatria.id)

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.