Pemuda Pancasila mengutuk keras sidang International People Tribunal, Todung Mulya Lubis PENGECUT !

Pemuda Pancasila mengutuk keras sidang International People Tribunal, Todung Mulya Lubis PENGECUT !

Konfrensi pers yang difasilitasi MPN Pemuda Pancasila untuk ke 2 kalinya pada tgl 8 Desember 2015 dengan adanya permintaan dari Todung Mulya Lubis untuk melakukan clarifikasinya terkait keikutsertaannya menggagas International People Tribunal (IPT).

Kembali Todung Mulya Lubis mangkir. Menurut mediator Todung Mulya Lubis, Ananta, ” forum ini permintaannya untuk menanggapi somasi dan salah satu hasil keputusan Rakernas Pemuda Pancasila yaitu Pemuda Pancasila mengutuk keras sidang International People Tribunal di Den Hag “.

Ketum MPN Pemuda Pancasila menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Todung dan kawan-kawan merupakan peradilan yang ilegal yang tidak mempunyai keterikatan apapun.
Jadi permintaan pengadilan tersebut untuk Pemerintah dan Negara Indonesia minta maaf terhadap korban-korban 1965 itu adalah bentuk-bentuk pengkhianatan terhadap negara.

“Todung itu profesor bidang hukum, seharusnya dia lebih paham soal-soal seperti ini. Itu yang di Belandakan bukan
peradilan sebetulnya tapi persidangan simulasi. Tidak mungkin negara ini harus minta maaf kepada mereka??? seharusnya merekalah yang harus minta maaf kepada bangsa dan negara ini karena telah mempermalukan Indonesia di dunia Internasional,” tegas Ketum Pemuda Pancasila kepada media.

Menurut Ketum Pemuda Pancasila , sudah 2 kali forum ini dibuat untuk Todung Mulya Lubis melakukan klarifikasinya karena dialah yang meminta forum ini dan kami memfasilitasinya. “ Saya bisa bilang Todung itu pengecut ” ujar Ketum Pemuda Pancasila.

Bagi Pemuda Pancasila, para korban dan anak-anak PKI ini tidak punya masalah bagi kami, sepanjang mereka ikut serta pembangunan dalam bingkai NKRI dan Pancasila. Namun memang yang mengherankan adalah kenapa pemerintah juga mendiamkam munculnya berbagai simbol-simbol komunis
di Indonesia. “Itu yang saya heran kenapa mereka juga didiamkan oleh aparat keamanan, tapi kami tegaskan kepada teman-teman media jika ada atau niatan dari sebagian masyarakat Indonesia yang ingin mempermalukan bangsa dan negara ini di mata Internasional dan mencoba-coba menghidupkan kembali Ideologi dan gerakan Komunis di Indonesia, maka Pemuda Pancasila yang terdepan menghadapinya ”, ujar Ketum Pemuda Pancasila.

Konfrensi pers ini juga dihadiri oleh forum silahturahmi keluarga pahlawan nasional antara lain, PPM, FKPPI dll juga dihadiri oleh Japto Soerjosoemarno, Yoris Raweyai dan MPN Pemuda Pancasila dan sebagai fasilitator utama.

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates